Chaidar ali ghozi al fayad (aa) dan aleeza noureen salsabila (neng), maafkan umi belum bisa menjadi ibu yang baik, belum bersabar dalam menghadapi sikap dan tingkah lakumu sehingga umi sering memarahi aa dan neng. Maafkan umi yang belum bisa mendidik aa dan neng untuk takut kepada Allah, belum bisa menjadi contoh yang baik, belum bisa menyediakan masakan yang enak, belum bisa menjadi ibu yang aa dan neng harapkan. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga aa dan neng. Jadilah anak soleh dan solehah dan dicintai Allah. Jangan lupa doakan umi dan abi. Karena doa aa dan neng akan menyinari umi dan abi di alam barzah. Semoga qt berkumpul lagi di surga Allah. Amin ya robbal alamin
Sembilan tahun lebih umi mendampingi abi. Kita disatukan oleh maotsiqon gholidzo yang walaupun tanpa ada rasa yang mendahului. Alhamdulillah umi merasakan ketenangan dan kenyamanan to be your wife, live, share, take and give with u. How bout u? Allah mengingatkan umi melalui ani. Mind set, perkataan, perilaku dan kebiasaan abi membuka jalan tuk umi menggali terus potensi diri, mensyukuri apa yang ada, bersabar atas apa yg terjadi dan bermanfaat bagi orang lain dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah. U always remind me to be in Allah's track always.
Tanpa abi sadari, umi selalu memperhatikan abi ketika abi tidur. Terlihat raut cape abi setelah seharian bekerja, bercucur peluh, mengalahkan egoisme dan nafsu ketika menghadapi pilihan dan permasalahan dlm pekerjaan. Semoga Allah selalu menjaga abi dari hal-hal yang di murka Allah. Jujur, umi takut menjDi penyebab abi melakukan dosa dan memalingkan abi dari jalan yang haq. The last, semoga qt dipertemukan kembali di surga Allah. Amien....
Got this happen to you? Stuck and nothing occur in your head. Annoying right? This damn thing happen to me. I have nothing to write. However, by writing this emptiness, I start writing. You know, I found something interesting that you cannot write coz you don't want to write. Coz the materials of writing will come up easily if you start scratching your pen. Make a line, keep focus, then you will have a writing. Not good at writing? Forget about it all. The problem is you want it or no. Qualified or not, that's you who wrote it. Be proud! The one who must responsible for your stuck is you, not others. Keep writing!
Label: Artikel
Begitu banyak hal yang terjadi dalam kehidupan. Apalagi saat ini yang begitu penuh fitnah dan dengki. Caci maki dimana-mana, maksiat merajalela. Apakah mata ini masih sanggup untuk memandang? Apakah hati ini sudah begitu kaku untuk terguncang? Apakah diri ini sudah begitu susah untuk menggapai hikmah. Wahai istriku, begitu banyak hamparan dosa, tetapi begitu banyak pula hamparan pahala. Siapkanlah dirimu untuk meraup hikmah sebanyak-banyaknya dari hamparan-hamparan anugerah dan musibah yang telah Allah berikan pada kita.
Wahai istriku, pelajaran demi pelajaran telah Allah berikan pada kita. Lembaran-lembaran hikmahNya telah dibuka setiap detik, setiap denyut nadi dan hembusan nafas kita. Begitu banyak hikmah terlewati karena hati sudah penuh sesak terbebani oleh cinta duniawi. Bebaskan...lepaskan...campakkanlah dunia pada mereka yang menginginkannya.
Wahai istriku, begitu banyak saat ini mereka yang telah menggadaikan akidahnya. Begitu banyak mereka yang lebih memilih pujian diri ketimbang mengikuti sunnah Nabi. Begitu banyak caci dan maki karena mengikuti sunnah Nabi-Nya. Wahai Allah, saksikanlah bahwasanya diri ini dan keluarga ini hanyalah memasrahkan diri untuk menuju-Mu. Jadikanlah diri ini tetap istiqomah di jalan laku kekasih-Mu.
This is a mid test of English for Young Learners for class VI A and C. Click here to download
Label: Puisi
Setiap angka memiliki romantika dan memori tersendiri bagiku, tapi entah berapa angka yang telah merajut perjalanan hidupku. This's it!
Satu. Adalah angka yang mengguratkan tauhid iman dalam hatiku. Adalah angka yang pertama kali aku pelajari. Adalah idealismeku dalam meraih sesuatu. Adalah cita-cita dalam hidupku. Adalah pengingat tujuan penghambaanku. Adalah pengingat akan ketetapan yang pasti dalam hidup yaitu kematian. Adalah waktu aku hidup di dunia ini.Adalah azzamku untuk memilihmu. Adalah panduan berkeluargaku. Adalah andai engkau tahu. Adalah sayang ibu. Adalah nilai ujian matematiku.
Dua. Adalah sunnatullah dalam penciptaan. Adalah ranking SMP dahulu. Adalah nomor keempat dari nomor induk mahasiswa dahulu. Adalah pengingat kepada orangtua. Adalah nomor yang terdapat dari tanggal pernikahan kita. Adalah rakaat yang selalu menunggu untuk ditunaikan. Adalah nomor terlarang bagi istriku...(:)).
Label: Artikel
menikah denganmu tak terfikirkan olehku
Allah memilihmu untukku
teruslah bersabar menghadapi sifatku
janganlah bosan menasihatiku
teruslah tersenyum tuk masakanku
yang aneh di lidah
dan
rumah yang seperti kapal pecah
terimakasih tuk smuanya
tak bisa kuutarakan dengan kata-kata
terimakasih ya Allah
pilihanMu adalah yang terbaik
Label: Puisi
kehidupan terus berjalan
meninggalkan masa yang tidak akan pernah kembali
penggalan-penggalan kisah hidup menyatu
menjadi jati diriku
inilah aku...
berapa lama waktu tlah terlewati
berapa banyak orang tlah kutemui
berapa banyak peristiwa
yang seharusnya menjadi ibroh
tapi kekerasan hati
bisikan nafsu
membuatku lupa
tentang sejatinya hidup
alangkah susahnya
kembali kepada kebaikan
Ya Rabby, cahaya Mu terasa jauh tuk ku gapai
Jakarta, 23 Juli 2006. 22.00 WIB
Label: Puisi
"what??? ibu rumah tangga, kan sayang ijazah s2 nya ga di pake, kasihan ibu & bapak dah membiayai kuliah"...begitulah komentar salah banyak (maksudnya mayoritas teman2). terus terang komentar-komentar seperti itu terkadang membuatku bingung harus bagaimana, tetapi, bismillah aku harus patuh terhadap suami (ternyata taat dan patuh terhadap suami tuch susah bangetttz), patrikan dalam hati bahwa ridho suami adalah segalanya, apalagi suami yang baik dan soleh (amin). Walaupun menjadi ibu rumah tangga, suamiku tidak mengekang kreatifitasku,malahan aku diberikan kesempatan dan fasilitas untuk mengembangkan diri dan bereksplorasi (makasih ya).
Berat yang kurasakan ketika beradaptasi dengan tugas dan aktivitas sebagai ibu rumah tangga, yang semuanya dikerjakan sendiri. Bahkan air matapun sering menampakan diri (terlalu mendramatisir), hal itu terjadi karena aku belum terbiasa dengan pekerjaan yang tidak ada beresnya dan full time. Seorang sahabat menasihatiku, bahwa aku sedang mencari surga dalam rumah tanggaku. lelahnya raga jangan sampai mebuat jiwa lelah, karena akan mengurangi keikhlasan. Kalau sudah tidak ikhlas, aku yang rugi, istilah sundanya "cape gawe teu kapake".
Label: Coba
Label: Puisi
Label: Puisi